Puasa Ramadhan Bagi Kesehatan Kardiovaskular

15 Apr 2021

Ramadhan adalah bulan suci bagi seluruh umat muslim dimana kita akan menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya. Selama berpuasa  kita diwajibkan untuk menahan makan, minum bahkan merokok dan perbuatan – perbuatan lain yang membatalkan puasa dari waktu subuh sampai matahari terbenam. Puasa sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani.

Puasa dapat mencegah penyakit yang ditimbulkan oleh karena pola makan yang berlebihan dan tidak sehat, seperti diabetes mellitus, hiperkolesterol, hipertrigliserida dan penyakit jantung koroner. 1

Penyakit kardiovaskuler adalah penyakit penyebab kematian tertinggi di dunia. Berpuasa di bulan ramadhan  mengubah pola makan selama 1 bulan yang dapat menurunkan risiko kardiovaskuler dan cerebrovaskuler.  Faktor risiko utama  yang meningkatkan risiko dari penyakit jantung koroner atau stroke adalah abnormalitas lipid darah dan faktor pembekuan, hipertensi dan merokok. 2

            Jumlah kasus penyakit kardiovaskuler meningkat di seluruh dunia dan penyakit ini berhubungan dengan peningkatan faktor risiko obesitas dan diabetes mellitus tipe 2.  Adiponektin adalah adipocyte-specific protein yang berperan dalam regulasi metabolisme glukosa dan lipid. Penurunan konsentrasi adiponectin dalam plasma  berhubungan dengan obesitas, resitensi insulin diabetes mellitus tipe 2 dan penyakit jantung koroner. Adiponektin bersirkulasi pada plasma sebagai sebuah trimer ( low molecular weight) yang merupakan bentuk aktif. Adiponectin  berperan dalam aksi anti inflammasi yang bermanfaat untuk vaskuler yaitu menurunkan adhesi molekul pada sel endothelial, menekan apoptosis sel endothel, meningkatkan Nitric Oxide (NO) pada sel endothelial dan menurunkan produksi sitokin dari macrophage. 3

Dari efek anti inflammasi ini maka adiponectin dapat membantu regulasi injury dari reperfusi iskemik. Mekanisme aksinya yaitu meregulasi AMP- Activated protein kinase (AMPK), Cyclooxygenase (COX)-2 dan tumour necrosis factor (TNF)-alpha sebagai penghambat induksi sintesis isoform nitric oxide (iNOS). Adiponektin menstimulasi AMPK yang berperan dalam  proses fosforilasi  dari endothelial isoform nitric oxide (eNOS) dalam smooth endoplasmic reticulum (SER) selama myocardial ischaemic- reperfusion untuk menghasilkan NO.3

            Nitic oxide (NO) yang diproduksi dari eNOS berperan penting untuk memberikan efek vasodilatasi, mencegah akumulasi superoksida, menurunkan adhesi agregasi platelet dan meregulasi interaksi leukosit dengan endothelium dan memodulasi fungsi miosit. Semua peran ini sanga penting untuk melindungi dari iskemik miokardial dan reperfusi. Ditambah lagi perlindungan terhadap ischaemia- reperfusion dari obat – obatan farmako sangat bergantung dari intaknya produksi dan pelepasan NO.3

            Selama bulan Ramadhan terjadi perubahan waktu makan dan komposisi diet yang dapat mempengaruhi perubahan enzim, hormon dan aspek kesehatan lainnya.  Puasa di bulan Ramadhan membuat perubahan diet dan lifestyle seperti kualitas dan kuantitas makanan, frekuensi makan, siklus tidur dan pengurangan exercise. Beberapa penelitian yang menginvestigasi  efek berpuasa dibulan Ramadhan pada adipocytokines (adiponectin, leptin, dan leptin/adiponectin ratio (LAR)) menunjukkan hasil yang signifikan pada peningkatan adiponectin yang  sangat berperan pada perlindungan kardiovaskuler seperti mekanisme yang telah dijelaskan.3-5

Ketika kita mencermati temuan ilmiah diatas, maka kita akan semakin yakin bahwa ada berkah kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa. Maka, mari kita sambut bulan Ramadhan dengan sukacita dan menerapkan pola hidup dan pola makan yang sehat selama berpuasa di bulan Ramadhan.

 

Ditulis oleh: Fatchul Ulum, MD

Penulis saat ini adalah residen Kardiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. Sebelumnya penulis bekerja di RSUD Kudungga Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

 

Refferensi :

1.     Nematy M , Namaghi M, Rashed M , Mozhdehifard M , Sajjadi S, Akhlaghi S, et al. Effects of Ramadan fasting on cardiovascular risk factors: a prospective observational study. Nutrition Journal. 2012.

2.     Sarraf-Zadegan N, Boshtam M, Rafiei M: Risk factors for coronary artery disease in Isfahan, Iran. Eur J Public Health 1999, 9(1):20–26

3.     Widegren U, Bulhak A, Salehzadeh F, Persson J, Sjo¨quist P, Pernow J. Adiponectin protects against myocardial ischaemia-reperfusion injury via AMP-activated protein kinase, Akt, and nitric oxide Adrian T. Gonon1 *,. European Society of Cardiology.2008.

4.     Wan, R.; Ahmet, I.; Brown, M.; Cheng, A.; Kamimura, N.; Talan, M.; Mattson, M.P. Cardioprotective Effect of Intermittent Fasting is Associated with an Elevation of Adiponectin Levels in Rats. J. Nutr. Biochem. 2010, 21, 413–417. [CrossRef] [PubMed]

5.     Abdullah K, AL-Habori M ,Al-Eryani E. Ramadan Intermittent Fasting Affects Adipokines and Leptin/Adiponectin Ratio in Type 2 Diabetes Mellitus and Their First-Degree Relatives. BioMed Research International.2020.

Puasa Ramadhan Bagi Kesehatan Kardiovaskular