COVID-19 dan Miokarditis

08 May 2020

Saat ini dunia tengah disibukkan dengan merebaknya pandemi COVID-19. Bak serigala berbulu domba, penyakit yang disebabkan virus SARS-COV2 ini ternyata tidak sesederhana virus flu batuk pilek namun juga menyerang organ lainnya seperti jantung.

Banyak ahli dan pusat layanan kesehatan di seluruh dunia melaporkan pasien-pasien COVID-19 yang menunjukkan tanda-tanda peradangan dan kerusakan otot jantung[MOU1] . Sebuah studi di Cina melaporkan bahwa 82 (19,7%) dari 416 pasien COVID-19 mengalami kerusakan otot jantung yang didefinisikan sebagai adanya peningkatan penanda biologis jantung berupa high sensitivity-cardiac Troponin I (hs-cTnI).1 Hal tersebut juga ditunjukkan pada studi lainnya yang melaporkan 52 (27,8%) dari 187 pasien mengalami kerusakan otot jantung.2 disertai peningkatan penanda inflamasi seperti jumlah leukosit, c-reactive protein (CRP), dan prokalsitonin.1,2 Kerusakan otot jantung pada pasien COVID-19 juga berhubungan dengan peningkatan angka kematian secara signifikan.3

Temuan tersebut memunculkan dugaan bahwa virus SARS-CoV-2 mampu menyebabkan miokarditis pada manusia, suatu penyakit akibat peradangan pada otot jantung (miokardium).4 Hingga saat ini patogenesis dari miokarditis pada pasien COVID-19 masih belum diketahui secara pasti meski para ahli menduga bahwa virus SARS-CoV-2 mampu menginfeksi otot jantung secara langsung dan menyebabkan miokarditis.4 Dugaan tersebut muncul karena infeksi virus merupakan salah satu penyebab utama miokarditis.4 Virus tersebut kemudian mampu memicu pelepasan sitokin dan kemokin proinflamasi secara besar-besaran yang dapat menimbulkan peradangan pembuluh darah dan otot jantung.5

Virus SARS-CoV-2 memanfaatkan suatu senyawa protein bernama angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2) untuk menginvasi sel tubuh manusia.7 Protein yang banyak ditemui pada perisit organ jantung dan paru ini berperan dalam regulasi fisiologis fungsi jantung dan dikaitkan dengan proses patogenesis hipertensi serta diabetes mellitus.6,7 Pada populasi kasus COVID-19 yang berat, sekitar 50% di antaranya memiliki riwayat hipertensi dan diabetes mellitus serta 30% menderita penyakit jantung.7[MOU2]  Invasi sel perisit oleh virus SARS-CoV-2 diduga mampu menimbulkan gangguan mikrosirkulasi dan homeostasis jaringan yang mengakibatkan kerusakan otot jantung menyerupai miokarditis.8

Beberapa ahli juga berpendapat bahwa miokarditis mungkin disebabkan proses autoimun adaptif karena adanya mimikri molekuler virus SARS-COV2 dan otot jantung.6 Selain miokarditis, kerusakan sekunder akibat kekurangan oksigen yang disebabkan oleh gangguan pertukaran oksigen di paru (demand ischemia) juga diduga sebagai penyebab kerusakan otot jantung pada COVID-19.4-6Meski tergolong jarang, miokarditis pada pasien COVID-19 tetap harus dipertimbangkan ketika pasien datang dengan keluhan nyeri dada akut, perubahan segmen ST pada EKG, dan peningkatan enzim jantung dikarenakan viral miokarditis biasanya bersifat fulminan dengan angka kematian dan kesakitan yang tinggi.6 Selain nyeri dada, miokarditis juga harus dijadikan diagnosis banding pada pasien-pasien gagal jantung akut yang sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit kardiovaskular.6

Pasien COVID-19 dengan tanda kerusakan otot jantung atau miokarditis memiliki angka kematian yang sangat tinggi (50%), 4,7 namun belum ada rekomendasi tatalaksana spesifik miokarditis pada pasien COVID-19 yang jelas.6 Penggunaan obat-obatan antivirus pada pasien COVID-19 juga harus menjadi perhatian khusus karena kerap menyebabkan penurunan fungsi jantung dan aritmia. Setiap dokter harus memantau dosis antivirus dengan baik untuk mencegah efek samping obat yang dapat mengganggu kinerja jantung.[MOU3] 6

Written by: Susandy Oetama, MD

            The writer is a cardiology resident in Department of Cardiology and Vascular Medicine, Faculty of Medicine, Universitas Indonesia, Jakarta. He previously worked as emergency department physician in RSUD Hadji Boejasin, Kalimantan Selatan and research assistant in Research and Development Division of National Cardiovascular Center Harapan Kita, Jakarta.

Edited by: Eka Adip Pradipta, MD

            The editor is a cardiology resident in Department of Cardiology and Vascular medicine, Faculty of Medicine, Universitas Indonesia, Jakarta. He previously worked in several rural areas in Indonesia, including Bintan, Riau Islands, and Belu, East Nusa Tenggara and also a co-editor of the fourth edition of Kapita Selekta Kedokteran.

Referensi

1.    Shi S, Qin M, Shen B, Cai Y, Liu T, Yang F, et al. Association of cardiac injury with mortality in hospitalized patients with COVID-19 in Wuhan, China. JAMA Cardiol. 2020. doi:10.1001/jamacardio.2020.0950.

2.    Guo T, Fan Y, Chen M, Wu X, Zhang L, He T, et al. Cardiovascular implications of fatal outcomes of patients with corona virus disease 2019 (COVID-19). JAMA Cardiol. 2020. doi:10.1001/jamacardio.2020.1017.

3.    Santoso A, Pranata R, Wibowo A, Al-Farabi MJ, Huang I, Antariksa B. Cardiac injury is associated with mortality and critically ill pneumonia in COVID-19: a meta-analysis. Am J Emerg Med. 2020. https://doi.org/10.1016/j.ajem.2020.04.052.

4.    Tersalvi G, Vicenzi M, Calabretta D, Biasco L, Pedrazzini G, Winterton D. Elevated troponin in patients with Coronavirus Disease 2019 (COVID-19): possible mechanisms. J Card Fail. 2020. doi: https://dx.doi.org/10.1016/j.cardfail.2020.04.009.

5.    Yang C, Jin Z. An acute respiratory infection runs into the most common non communicable epidemic—COVID-19 and cardiovascular diseases. JAMA Cardiol. 2020. doi:10.1001/jamacardio.2020.0934.

6.    Andreini D, Arbelo E, Barbato E, Bartorelli AL, Baumbach A, Behr ER, et al. ESC guidance for the diagnosis and management of CV disease during the COVID-19 pandemic. Available from: https://www.escardio.org/Education/COVID-19-and-Cardiology/ESC-COVID-19-Guidance?utm_medium=Email&utm_source=&utm_campaign=ESC+-+Press+-++Guidance+doc+21.04 [Accessed 26 April 2020].

7.    Zheng YY, Ma YT, Zhang JY, Xie X. COVID-19 and the cardiovascular system. Nat Rev Cardiol. 2020;17:259-260.

8.    Chen L, Li X, Chen M, Feng Y, Xiong C. The ACE2 expression in human heart indicates new potential mechanism of heart injury among patients infected with SARS-CoV-2. Cardiovasc Res. 2020. https://doi.org/10.1093/cvr/cvaa078.

COVID-19 dan Miokarditis